Pages

Friday, July 01, 2011

Manusia bisa melihat medan magnet?


wah,,,, saya baru update info ne.. :p
sibuk ngerjain tugas akhir sih.. insya allah nanti tugas akhir saya, akan saya share disini..... :)

untuk kali ini,, ada berita bagus yang membuat saya bingung sekaligus.. :p (sekaligus bingunk maksudny... :p) . Medan magnet yang sejatinya adalah bersifat abstrak seperti listrik, ternyata baru baru ini ada yang menemukan bahwa manusia bisa melihat medan magnet... baca artikel berikut


Tanpa disadari, manusia sebenarnya bisa melihat medan magnet Bumi karena adanya suatu senyawa dalam mata. Ada kemungkinan, nenek moyang manusia dulu punya kemampuan tersebut.

Sebuah studi menunjukkan bahwa ada kemungkinan protein bernama cryptochrome muncul pada retina. Protein tersebut banyak didapati pada hewan dan tumbuhan sehingga beberapa spesies bisa menggunakan medan magnet Bumi untuk melakukan navigasi.

Elektron dalam molekul cryptochrome saling terkait. Medan magnet Bumi menyebabkan elektron bergoyang. Reaksi kimiawi untuk merespons goyangnya elektron tersebut membuat burung dapat melihat medan maget dalam warna-warni.

Para peneliti sebelumnya mengira kalah cryptochrome tidak memiliki banyak keuntungan bagi manusia sehingga tidak dapat mengenali medan magnet seperti burung. Karenanya, manusia butuh patokan atau perangkat GPS untuk mengetahui arah.

Sangkaan ini yang sepertinya harus diubah setelah para ahli saraf dari University of Massachusetts melakukan penelitian. Mereka mengambil cryptochrome dari manusia dan memberikannya pada lalat buah yang kehilangan kemampuan melihat medan magnet. Hasilnya, seperti dilaporkan Wired Science, lalat buah kembali memiliki kemampuan melihat medan magnet.

Sayangya pada manusia, cara kerja cryptochrome tidak seperti pada lalat. "Kami tidak tahu apakah kerja molekul itu sama pada retina manusia. Tapi kemungkinan itu ada," kata Steven Reppert, ahli saraf dari University of Massachusetts. Saat ini ilmuwan mengetahui bahwa cryptochrome pada manusia berfungsi sebagai jam molekul, bukan sebagai kompas.

Tapi para peneliti menduga bahwa nenek moyang manusia terbantu dengan adanya protein tersebut untuk menentukan arah. Jika suatu saat para peneliti berhasil mengembalikan kemampuan tersebut... selamat tinggal perangkat GPS. (National Geographic Indonesia/Alex Pangestu)

Sumber

2 comments:

  1. sebuah penemuan luarbiasa yang tentu akan ditentang mati2an oleh para ekonom n kapitalis yg ga mau perusahaannya rugi... padahal penemuan luarbiasa...

    ReplyDelete
  2. hmm benar sekali kawan...
    semoga bisa dikembangkan kemudian

    ReplyDelete